Skip to main content

| IT Group Indonesia

Innovating in the AI Era

Membangun Aplikasi Enterprise Modern di Era AI bersama
GitLab, EDB, dan Sysdig

Bagaimana enterprise dapat mempercepat software delivery, modernisasi data, memperkuat security, dan mengelola seluruh application environment dengan lebih efektif?

Di era AI, perusahaan dituntut untuk berinovasi dan menghadirkan aplikasi lebih cepat. Namun, semakin kompleksnya application environment juga membawa tantangan baru—mulai dari fragmented tools, database yang semakin beragam, security risks, hingga kebutuhan untuk mengelola workload di cloud dan lingkungan hybrid.

Lalu, bagaimana perusahaan dapat membangun application environment yang lebih terintegrasi tanpa menambah kompleksitas?

Untuk menjawab tantangan tersebut, IT Group Indonesia bersama GitLab, EDB, dan Sysdig menghadirkan sesi eksklusif “Innovating in the AI Era: Building the Ultimate Modern Enterprise App Stack” pada 5 Agustus 2026 di Jakarta.

Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bagaimana berbagai technology layers dapat bekerja bersama, mulai dari software development dan data platform hingga observability untuk membangun application stack yang lebih scalable, secure, dan siap mendukung kebutuhan bisnis di era AI.

Mempercepat Software Delivery dengan AI-Powered DevSecOps

Membangun aplikasi dengan lebih cepat tidak selalu berarti proses delivery menjadi lebih cepat. Ketika development tools, workflows, dan security processes masih terpisah, tim dapat menghadapi bottleneck yang justru memperlambat delivery.

Pada sesi GitLab, Hardy Chou, Senior Solutions Architect, GitLab, membahas bagaimana AI-powered DevSecOps dapat membantu mempercepat software delivery melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Salah satu fokus pembahasan adalah GitLab Duo Agent Platform, yang membawa AI agents dan automated flows ke berbagai tahapan application lifecycle. Pendekatan ini membantu tim mengatasi berbagai pekerjaan berulang, mulai dari pipeline issues hingga code review dan resolution.

Dalam sesi ini, peserta juga diperkenalkan pada beberapa use case, seperti:

  • AI-powered code review untuk membantu proses review menjadi lebih efisien.
  • Automated issue resolution untuk membantu menangani pipeline failures.
  • Developer workflows yang membantu mempercepat penyelesaian issue.
  • Project insights untuk membantu tim memperoleh informasi dari project secara lebih cepat.

Dengan demikian, AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan kode lebih cepat, tetapi juga membantu meningkatkan speed of execution dan productivity across the software lifecycle.

Modern Data Platforms sebagai Fondasi Aplikasi Enterprise

Semakin banyak aplikasi dan AI use cases yang dijalankan perusahaan, semakin besar pula tuntutan terhadap data infrastructure.

Pada sesi berikutnya, Muhamad Haiqal, Senior Sales Engineer, EDB, membahas bagaimana modern data platforms dapat membantu perusahaan menghadapi tantangan seperti database fragmentation, growing data footprints, multiple data types, serta kebutuhan untuk menjalankan berbagai workload secara bersamaan.

Melalui EDB Postgres AI, perusahaan dapat membangun data foundation yang mendukung berbagai kebutuhan enterprise, termasuk transactional, analytical, dan AI workloads.

Salah satu pendekatan yang dibahas adalah converged analytics, yang memungkinkan berbagai kebutuhan data terhubung dalam satu unified data lifecycle. EDB juga menyoroti kemampuan PGWarehouse untuk menangani analytics workloads berskala besar dengan arsitektur yang mendukung high-speed dan high-concurrency processing.

Beberapa manfaat yang menjadi highlight dari sesi ini meliputi:

  • Scalable data infrastructure untuk workload yang terus berkembang.
  • High availability and reliability untuk menjaga business continuity.
  • Unified data lifecycle untuk menyederhanakan pengelolaan data.
  • AI-ready data foundation untuk mendukung pengembangan AI use cases.
  • Greater flexibility dengan pendekatan Postgres-led dan open-source ecosystem.

 

Dengan fondasi data yang tepat, perusahaan dapat mengurangi kompleksitas data environment sekaligus menciptakan platform yang lebih siap untuk modern applications dan AI.

Securing Enterprise Applications in the AI Era

Kecepatan delivery dan modernisasi data harus berjalan bersama dengan security.

Dalam sesi Sysdig, pembahasan berfokus pada bagaimana perusahaan dapat melindungi application environment dari development hingga runtime.

Dengan semakin cepatnya serangan berbasis mesin dan meningkatnya kompleksitas cloud environment, security teams membutuhkan lebih dari sekadar posture management. Sysdig menekankan pentingnya runtime visibility untuk menemukan aktivitas anomali dan menghentikan ancaman secara real time.

Pendekatan Sysdig menggabungkan visibility, vulnerability management, posture management, detection and response, serta runtime insights dalam satu cloud security platform.

Beberapa kemampuan yang menjadi highlight antara lain:

  • Real-time threat detection
  • Runtime visibility across cloud and Kubernetes
  • Risk prioritization berdasarkan real-time context
  • Automated response and remediation
  • Security coverage across hybrid and cloud environments

 

Dengan pendekatan ini, security tidak hanya berfungsi untuk menemukan vulnerabilities, tetapi juga membantu tim memahami apa yang benar-benar terjadi di environment mereka dan merespons ancaman dengan lebih cepat.

Menghubungkan Semuanya dalam Satu Integrated Application Environment

Setelah membahas masing-masing technology layer, IT Group Indonesia membawa seluruh konsep tersebut ke dalam Live Demo: From Code to Production with the AI-Powered Ultimate Stack.

Demo ini menunjukkan bagaimana berbagai teknologi dapat bekerja sebagai satu integrated workflow.

Alurnya dimulai dari GitLab, ketika perubahan code didorong melalui pipeline. Security check dilakukan sebelum kode di-deploy, sementara data transaksi disimpan pada EDB Postgres dengan availability di-deploy.

Ketika aplikasi berjalan, Sysdig memonitor workload dan dapat mendeteksi serta mengisolasi aktivitas anomali. Seluruh environment kemudian dapat dipantau melalui centralized observability layer.

Dengan kata lain:

Build → Secure → Run → Observe

Bukan lagi sekumpulan tools yang berdiri sendiri, tetapi sebuah workflow yang menghubungkan application development, data, security, dan operations dalam satu environment.

Key Takeaways: Building a Modern Enterprise Application Stack

Dari keseluruhan sesi, terdapat beberapa insight utama yang dapat diterapkan perusahaan dalam perjalanan modernisasi mereka:

  1. Accelerate software delivery
    Manfaatkan AI dan integrated DevSecOps untuk meningkatkan developer productivity dan mempercepat application lifecycle.
  2. Build a scalable data foundation
    Modern applications membutuhkan data platform yang reliable, scalable, dan mampu mendukung beragam workload.
  3. Secure from code to runtime
    Security perlu diterapkan sepanjang application lifecycle, bukan hanya setelah aplikasi berada di production.
  4. Improve operational visibility
    Unified observability membantu tim memahami kondisi application environment dan merespons masalah dengan lebih cepat.
  5. Integrate the entire technology stack
    Nilai terbesar muncul ketika development, data, security, dan operations dapat bekerja sebagai satu integrated ecosystem.

Modernize Your Enterprise Application Environment with IT Group Indonesia

Modernisasi application environment bukan hanya tentang mengadopsi teknologi baru. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana berbagai teknologi tersebut dapat bekerja bersama secara efektif untuk menghasilkan faster delivery, stronger security, scalable infrastructure, dan better operational visibility.

Sebagai system integrator, IT Group Indonesia membantu perusahaan merancang dan mengintegrasikan berbagai technology layers sesuai kebutuhan dan environment yang dimiliki.

Tertarik mengeksplorasi bagaimana modern enterprise application stack dapat diterapkan di organisasi Anda?

Hubungi IT Group Indonesia untuk konsultasi kebutuhan modernisasi Anda bersama tim kami.